Popularitas berlian lab grown kian tak terbendung. Statista menunjukkan pangsa pasarnya mencapai 21% pada 2025. Hal itu didorong oleh harganya yang turun drastis hingga 76% dibandingkan dengan tahun 2018.
Namun, lonjakan minat konsumen ternyata juga dibarengi banyaknya informasi keliru. Padahal, lab grown diamond adalah sebuah aset yang bisa menjadi alternatif investasi menjanjikan saat ini.
Agar kamu tidak ragu, VUE akan meluruskan 10 mitos terbesar yang sering berseliweran di internet mengenai berlian lab grown.
1. Mitos: Lab Diamond itu Berlian Palsu

Fakta: Ini adalah salah kaprah yang paling umum. Secara kimia, fisika, maupun optik, berlian lab grown tersusun dari 100% atom karbon yang dikristalisasi, sama persis dengan berlian tambang.
Perbedaannya hanyalah asal-usulnya; satu hasil produksi laboratorium dengan teknologi canggih, satu lagi berasal dari perut bumi. Menyebut berlian lab grown palsu sama seperti mengatakan es batu dari freezer itu es palsu.
2. Mitos: Bisa Dibedakan dengan Mata Telanjang

Fakta: Kamu tidak bisa melihat perbedaan lab grown diamond dan natural diamond hanya dengan mengamatinya.
Keduanya memiliki kilau, kekerasan, serta kejernihan yang identik. Bahkan seorang gemologist profesional pun tidak mampu membedakannya menggunakan kaca pembesar.
Butuh alat uji laboratorium khusus untuk mendeteksi jejak pertumbuhan kristalnya agar tahu mana yang lab grown dan natural.
3. Mitos: Sama dengan Moissanite

Fakta: Perbedaan moissanite dan lab grown diamond adalah materialnya. Berlian lab grown berasal dari karbon murni, sedangkan moissanite hanyalah batu tiruan yang menyerupai berlian.
Lebih jelasnya, silakan pelajari cara membedakan kedua material ini karena sekilas memang tampak sangat mirip.
4. Mitos: Kilaunya Lebih Redup

Fakta: Kilau berlian tidak tergantung asalnya, tetapi oleh cut (potongan).
Berlian lab grown dengan potongan yang ideal akan memantulkan cahaya sama baiknya dengan berlian natural.
Jika terlihat kurang berkilau, penyebabnya hampir selalu kualitas potongan, bukan karena lab grown.
5. Mitos: Harganya Murah Karena Kualitasnya Murahan

Fakta: Harga lab grown diamond memang 30-90% lebih murah, tergantung kualitasnya. Akan tetapi, bukan berarti kualitasnya murahan.
Efisiensi harga terjadi karena rantai pasokannya yang pendek. Berlian lab memangkas biaya eksplorasi tambang yang masif, pengiriman logistik, serta proses panjang lainnya. Jadi, kamu hanya membayar untuk produknya.
6. Mitos: Tidak Memiliki Nilai Jual Kembali

Fakta: Apakah lab grown diamond bisa dijual kembali? Jawabannya bisa.
Namun, seperti perhiasan dan barang mewah lainnya, harga jual kembali lab grown diamond umumnya tidak sama dengan harga pembelian awal. Hal serupa juga berlaku pada berlian alami karena harga retail mencakup berbagai komponen, seperti desain perhiasan, biaya produksi, sertifikasi, dan margin penjualan.
Nilai jual kembali akan ditentukan melalui proses penilaian dan dapat dipengaruhi oleh kualitas berlian, ukuran, potongan, warna, kejernihan, sertifikasi, kondisi perhiasan, serta harga pasar saat transaksi dilakukan.
Saat ini, pasar sekunder untuk lab grown diamond mulai berkembang. Sejumlah toko perhiasan dan platform resale telah menyediakan layanan buyback atau menerima penjualan kembali, meskipun kebijakan dan nilai penawarannya dapat berbeda-beda.
Jadi, lab grown diamond tetap memiliki peluang untuk dijual kembali. Agar proses penilaian lebih optimal, sebaiknya simpan sertifikat, nota pembelian, serta kelengkapan produk dengan baik.
7. Mitos: Merusak Lingkungan

Fakta: Memang benar laboratorium membutuhkan listrik, tetapi jejak karbonnya jauh lebih kecil daripada penambangan konvensional.
Studi Frost & Sullivan pada 2014 menunjukkan bahwa berlian buatan memiliki dampak lingkungan yang lebih kecil dibandingkan berlian tambang berdasarkan sembilan parameter, termasuk polusi udara, penggunaan air, konsumsi energi, dan dampak lingkungan per karat.
Seiring berkembangnya teknologi, semakin banyak produsen lab grown diamond yang juga mulai menggunakan energi terbarukan dan menerapkan proses produksi yang lebih efisien. Transparansi mengenai sumber energi dan metode produksi tetap menjadi hal penting agar konsumen dapat memilih produk yang sesuai dengan nilai keberlanjutan yang mereka cari.
Dengan proses yang terus berkembang dan semakin terukur, lab grown diamond menjadi salah satu alternatif berlian modern yang menawarkan keindahan sekaligus potensi dampak lingkungan yang lebih rendah.
8. Mitos: Tidak Bersertifikat Resmi

Fakta: Kualitas berlian lab mengacu pada standar 4Cs (Cut, Color, Clarity, Carat) seperti berlian tambang.
Batu-batu buatan ini juga melewati proses sertifikasi lembaga khusus seperti IGI (International Gemological Institute). Sertifikat inilah yang menjadi bukti validasi kualitas serta keaslian berlian yang bisa kamu percaya.
9. Mitos: Pilihannya Terbatas Hanya Warna Putih

Fakta: Bagaimana bisa VUE menjual berlian dengan beberapa pilihan fancy color?
Teknologi laboratorium membuka kemungkinan yang lebih luas. Di alam, berlian berwarna pink, biru, atau kuning sangatlah langka dan harganya pasti selangit.
Sementara di laboratorium, kondisinya bisa diatur sedemikian rupa untuk menciptakan berlian berwarna dengan kualitas warna yang vivid serta kejernihan tinggi. Dari segi harga pun tentunya jauh lebih masuk akal.
10. Mitos: Tidak Tahan Lama (Rapuh)

Fakta: Sampai poin ini seharusnya kamu paham bahwa lab grown diamond adalah berlian asli. Jadi, keduanya sama-sama memiliki skor 10 sempurna pada skala Mohs, yang mana menjadi material terkeras di bumi.
Berlian lab juga tahan terhadap goresan (kecuali oleh berlian lain) dan sangat tahan panas.
Seandainya kamu membeli cincin berlian lab saat ini, bentuk dan kondisinya masih akan sama persis saat diwariskan ke anak-cucumu nanti.
Cek Fakta sebelum Memilih Berlian
Memahami bahwa lab grown diamond adalah berlian asli dalam konteks produksi modern membantu kamu mengambil keputusan yang lebih rasional dan relevan. Alih-alih pusing memikirkan mitos-mitos di luar sana, fokus saja pada kualitas batu, desain, serta makna personalnya.
Jika kamu ingin melihat bagaimana lab diamond diterjemahkan ke dalam desain perhiasan yang manis, silakan cek koleksi lab diamond dari VUE.
Referensi
Muschter, René. “Topic: Lab-Grown Diamond Industry.”, https://www.statista.com/topics/7108/lab-grown-diamond-industry/.
“10 Surprising Facts about Lab Diamonds.”, 26 May. 2025, https://www.withclarity.com/blogs/diamond/10-surprising-facts-about-lab-diamonds.
Smith, Alexis. “7 Cool Things to Know About Lab Diamonds |Alexis Gallery.”, 27 July 2023, https://www.alexisgallery.com/alexis-gallery-blog/7-cool-things-to-know-about-lab-diamonds/.
“Grown Diamonds Offer an Eco-friendly Diamond Alternate, Finds Frost & Sullivan”, https://www.frost.com/news/press-releases/grown-diamonds-offer-eco-friendly-diamond-alternate-finds-frost-sullivan/.